ADU AYAM

Siapa yang tak kenal dengan ayam? Ayam merupakan hewan unggas yang dapat di peliahara orang untuk di manfaatkan daging dan telur nya sebagai bahan makanan sehari-hari. Di samping itu tak sedikit penghobi unggas satu ini yang memelihara untuk di jadikan HOBI saja. Salah satu nya Dalam Hobi adu ayam atau sering di sebut Sabung ayam. Dalam adu ayam biasanya hanya Sesama ayam penjantan saja yang di mainkan ke dalam laga pertarungan.

Adu ayam adalah permainan adu dua ekor ayam dalam sebuah kalangan atau arena. Biasanya ayam yang di adu hingga salah satu kabur atau kalah, bahkan hingga mati. Permainan ini merupakan pertarungan antara ayam jago yang memiliki taji. Terkadang taji ayam di tambahkan Pisau yang terbuat dari logam yang runcing. Di dalam laga biasanya di ikuti oleh perjudian yang berlangsung tak jauh dari arena adu ayam. Permainan Adu Ayam di Nusantara ternyata tidak hanya sebuah permainan hiburan semata bagi masyarakat. Tetapi merupakan sebuah cerita kehidupan baik sosial, budaya maupun politik.

ADU AYAM DALAM SEJARAH KEBUDAYAAN NUSANTARA

Jawa

Pertarungan Adu Ayam di pulau Jawa berasal dari folklore (cerita rakyat) Cindelaras yang memiliki ayam sakti dan di undang oleh raja Jenggala, Raden Putra untuk mengadu ayam. Ayam Cindelaras di adu dengan ayam Raden Putra dengan satu syarat, jika ayam Cindelaras kalah maka ia bersedia kepalanya dipancung, tetapi jika ayamnya menang maka setengah kekayaan Raden Putra menjadi milik Cindelaras. Dua ekor ayam itu bertarung dengan gagah berani. Tetapi dalam waktu singkat, ayam Cindelaras berhasil menaklukkan ayam sang Raja. Para penonton bersorak sorai mengelu-elukan Cindelaras dan ayamnya. Akhirnya raja mengakui kehebatan ayam Cindelaras dan mengetahui bahwa Cindelaras tak lain adalah putranya sendiri yang lahir dari permaisurinya yang terbuang akibat iri dengki sang selir.

Adu ayam menjadi sebuah peristiwa politik pada masa lampau. Kisah kematian Prabu Anusapati dari Singosari yang terbunuh saat menyaksikan sabung ayam. Kematian Prabu Anusapati terjadi pada hari Budha Manis atau Rabu Legi. Ketika itu kerajaan Singosari sedang berlangsung keramaian di Istana Kerajaan salah satunya adalah pertunjukan sabung ayam.

Adu ayam

>>AGEN JUDI ONLINE TERPERCAYA<<

Peraturan yang berlaku adalah siapapun yang akan masuk kedalam arena sabung ayam di larang membawa senjata atau keris. Sebelum Anusapati berangkat ke arena Adu ayam, Ken Dedes ibu Anusapati menasehati anaknya. Agar jangan melepas keris pusaka yang di pakainya jika ingin menyaksikan Adu ayam. Tetapi sesaat sabung ayam belum di lakukan Anusapati terpaksa melepaskan kerisnya atas desakan Pranajaya dan Tohjaya.

Saat itu di arena terjadi kekacauan dan akhirnya peristiwa yang di kuatirkan Ken Dedes terjadi. Kekacauan tersebut merengut nyawa Anusapati yang tergeletak mati di arena sabung ayam di bunuh adiknya Tohjaya tertusuk keris pusakanya sendiri. Kemudian jenasah Anusapati di makamkan di Candi Penataran dan kejadian itu tetap di kenang orang. Anusapati merupakan kakak dari Tohjaya dengan ibu Ken Dedes dan bapak Tunggul Ametung. Sedangkan Tohjaya adalah anak dari Ken Arok dengan Ken Umang itu memang di riwayatkan memiliki kesukaan menyabung ayam. Dalam cerita rakyat Ciung Wanara mengisahkan bahwa keberuntungan dan perubahan nasib seseorang. Di tentukan oleh kalah menangnya ayam di arena Adu ayam. Begitu juga Anusapati bukan kalah dalam adu ayam tetapi dalam permainan ini ia terbunuh.

Bali

Sedangkan di Bali permainan Adu ayam di sebut TajenTajen berasal-usul dari tabuh rah, salah satu yadnya (upacara) dalam masyarakat Hindu di Bali. Tujuannya mulia, yakni mengharmoniskan hubungan manusia dengan bhuana agung. Upacara ini runtutan dari upacara yang sarananya menggunakan binatang kurban. Seperti ayam, babi, itik, kerbau, dan berbagai jenis hewan peliharaan lain. Persembahan tersebut di lakukan dengan cara nyambleh (leher kurban di potong setelah di manterai). Sebelumnya pun di lakukan ngider dan perang sata dengan perlengkapan kemiri, telur, dan kelapa. Perang sata adalah pertarungan ayam dalam rangkaian kurban suci. Yang di laksanakan tiga partai (telung perahatan), yang melambangkan penciptaan, pemeliharaan, dan pemusnahan dunia. Perang sata merupakan simbol perjuangan hidup.

Tradisi ini sudah lama ada, bahkan semenjak zaman Majapahit. Saat itu memakai istilah menetak gulu ayam. Akhirnya tabuh rah merembet ke Bali yang bermula dari pelarian orang-orang Majapahit, sekitar tahun 1200.

>>AGEN JUDI ONLINE TERPERCAYA<<

Sama dengan berbagai aktivitas lain yang di lakukan masyarakat Bali dalam menjalani ritual, khususnya yang berhubungan dengan penguasa jagad. Tabuh rah memiliki pedoman yang bersandar pada dasar sastra. Tabuh rah yang kerap di selenggarakan dalam rangkaian upacara Butha Yad-nya pun banyak di sebut dalam berbagai lontar. Misalnya, dalam lontar Siwa Tattwapurana yang antara lain menyebutkan. Dalam tilem kesanga (saat bulan sama sekali tidak tampak pada bulan kesembilan penanggalan Bali). Bathara Siwa mengadakan yoga, saat itu kewajiban manusia di bumi memberi persembahan. Kemudian di adakan pertarungan ayam dan di laksanakan Nyepi sehari. Yang di beri kurban adalah Sang Dasa Kala Bumi, karena jika tidak, celakalah manusia di bumi ini.

Sedangkan dalam lontar Yadnya Prakerti di jelaskan, pada waktu hari raya di adakan pertarungan suci. Misalnya pada bulan kesanga patutlah mengadakan pertarungan ayam tiga sehet dengan kelengkapan upacara. Bukti tabuh rah merupakan rangkaian dalam upacara Bhuta Yadnya.

Bugis

Dalam kebudayaan Bugis sendiri sabung ayam merupakan kebudayaan telah melekat lama. Menurut M Farid W Makkulau, Manu’(Bugis) atau Jangang (Makassar) yang berarti ayam, merupakan kata yang sangat lekat dalam kehidupan masyarakat Bugis Makassar. Gilbert Hamonic menyebutkan bahwa kultur bugis kental dengan mitologi ayam. Hingga Raja Gowa XVI, I Mallombasi Daeng Mattawang Sultan Hasanuddin, di gelari “Haaantjes van het Oosten” yang berarti “Ayam Jantan dari Timur.

Dalam kitab La Galigo di ceritakan bahwa tokoh utama dalam epik mitik itu, Sawerigading, kesukaannya Adu ayam. Dahulu, orang tidak di sebut pemberani jika tidak memiliki kebiasaan minum arak, judi dan adu ayam. Dan untuk menyatakan keberanian orang itu, biasanya di bandingkan atau di asosiasikan dengan ayam jantan paling berani di kampungnya. Seperti “Buleng – bulengna Mangasa, Korona Mannongkoki, Barumbunna Pa’la’lakkang, Buluarana Teko, Campagana Ilagaruda (Galesong), Bakka Lolona Sawitto, dan lain sebagainya. Hal penting yang belum banyak Terungkap dalam buku sejarah adalah fakta bahwa awal konflik dan perang antara dua negara adikuasa. Penguasa semenanjung barat dan timur jazirah Sulawesi Selatan, Kerajaan Gowa dan Bone di awali dengan “ADU AYAM”.

>>AGEN JUDI ONLINE TERPERCAYA<<

Ketika tahun 1562, Raja Gowa X, I Mariogau Daeng Bonto Karaeng Lakiung Tunipalangga Ulaweng (1548 – 1565) mengadakan kunjungan resmi. Ke Kerajaan Bone dan di sambut sebagai tamu negara. Kedatangan tamu negara tersebut di meriahkan dengan acara ’massaung manu’. Oleh Raja Gowa, Daeng Bonto mengajak Raja Bone La Tenrirawe Bongkange’ bertaruh dalam sabung ayam tersebut. Taruhan Raja Gowa 100 katie emas, sedang Raja Bone sendiri mempertaruhkan segenap orang Panyula (satu kampong). Sabung ayam antara dua raja penguasa semenanjung timur dan barat ini bukanlah sabung ayam biasa, melainkan pertandingan kesaktian dan kharisma. Alhasil, Ayam sabungan Gowa yang berwarna merah (Jangang Ejana Gowa) mati terbunuh oleh ayam sabungan Bone (Manu Bakkana Bone).

Kematian ayam Raja Gowa merupakan fenomena kekalahan kesaktian dan kharisma Raja Gowa oleh Raja Bone. Sehingga Raja Gowa Daeng Bonto merasa terpukul dan malu. Tragedi ini dipandang sebagai peristiwa siri’ oleh Kerajaan Gowa. Di Sisi lain kemenangan Manu Bakkana Bone menempatkan Kerajaan Bone dalam posisi yang kuat terhadap kerajaan kecil di sekitarnya. Dampak positifnya, sesudah peristiwa Adu ayam tersebut serta merta kerajaan–kerajaan kecil sekitar Kerajaan Bone bergabung dengan atau tanpa tekanan militer. Seperti Ajang Ale, Awo, Teko, serta negeri Tellu Limpoe.

Ternyata sabung ayam pada dahulu kala di Nusantara bukan hanya sebuah permainan rakyat semata. Tetapi telah menjadi budaya politik yang mempengaruhi perkembangan sebuah dinasti kerajaan.

ADU AYAM ONLINE

Mungkin banyak pemain judi sering mendengar yang namanya permainan judi adu ayam. Permainan judi ini begitu populer pada masanya, bahkan hingga saat ini.

Adu ayam merupakan permainan tradisional yang merupakan permainan daerah di mainkan oleh banyak orang indonesia. Permainan judi adu ayam tidak lagi harus di mainkan dengan judi di tempat-tempat yang menyediakan arena khusus untuk permainan judi. Karena permainan ini kini sudah bisa di mainkan secara online yang tentunya akan lebih mudah.

Pada umumnya permainan judi adu ayam online ini di adakan dalam waktu 10 menit setiap pertandingan. Setiap pemain di haruskan memilih ayam jago atau ayam jago terbaik yang bisa mengalahkan ayam lawan. Dengan memiliki ayam terbaik dan terkuat, akan lebih mudah untuk memenangkan taruhan. Pada awal permainan Adu ayam online ini, setiap pemain di haruskan memasang taruhan pada ayam Meron dan Wala.

Peraturan Dalam Adu Ayam Online

Sebelum memasang betting pada permainan Adu ayam online, sangat penting untuk mengetahui berbagai peraturannya. Bila tidak, hanya kebingungan dan kekalahan, yang akan di alami. Oleh karenanya, bacalah dan pahami berbagai cara mainnya. Sehingga peluang menang semakin terbuka lebar. seperti apa peraturan dasar, yang harus di ketahui petaruh adu ayam?

Mengenal Aturan BDD Dan FTD

Peraturan dalam bertaruh adu ayam, mengalami penambahan tertentu. Sebelumnya, Anda hanya bisa memasang taruhan pada tiga kategori, yaitu Meron, Wala dan Draw. Namun saat ini, d iubah menjadi Meron, Wala dan Draw di bagi menjadi dua yaitu BDD dan FTD. Perbedaan kedua sistem draw tersebut sangat sederhana. Sehingga akan cepat di pahami oleh petaruh adu ayam jantan ini. Bagaimana penjelasan singkat, mengenai sistem draw tersebut?

Both Dead Draw (BDD)

Sebuah pertarungan ayam di nyatakan mengalami BDD, kalau dua jago yang tengah bertarung tidak bisa meneruskan laga. Padahal durasi pertarungan belum mencapai 10 menit. Jadi kalau pertarungan ayam itu di katakan seri atau draw. Sebelum melewati 10 menit, maka akan termasuk Both Dead Draw (BDD). Dengan begitu, betting yang terpasang pada sisi Wala dan Meron akan di kembalikan tanpa pengurangan sepeser pun. Sedangkan jika Anda memasang taruhan pada BDD, maka bisa memenangkan betting tersebut. Untuk pembayarannya di sesuaikan dengan Odds BDD, yang di terapkan ketika melakukan betting.

Full Time Draw (FTD)

Keputusan pertarungan ayam ini di nyatakan, kalau dua ayam petarung yang tengah bertarung tidak bisa meneruskan pertandingan. Tetapi untuk durasi pertarungannya sudah melewati 10 menit. Jika kedua ayam jago tak mampu lagi melanjutkan pertarungannya ini, maka kondisi ini termasuk Full Time Draw (FTD). Jadi kalau Anda memasang betting di posisi Meron atau Wala, maka tidak akan di kembalikan oleh bandar. Karena Anda akan di anggap sudah kalah dalam pertarungan ini. Tetapi kalau Anda memasang taruhan di posisi FTD, maka dapat nyatakan sebagai pemenang. Anda pun akan memperoleh pembayaran, di sesuaikan dengan Odds FTD yang di terapkan ketika Anda memasang betting.

Peraturan Bandar Adu Ayam

Berbeda dengan di Indonesia, adu ayam di Thailand justru di legalkan. Oleh karenanya, bagi penggemar pertarungan adu ayam, bisa memasang taruhan. Dari berbagai pertarungan ayam yang di gelar di Negeri Gajah Putih tersebut. Saat ini sudah muncul banyak situs penyedia taruhan adu ayam. Sehingga Anda bisa mengikuti pertarungan dan pasang betting.

Ada puluhan pertarungan ayam yang berlangsung di sepanjang hari. Dengan begitu, sangat banyak laga yang bisa Anda saksikan dan menangkan. Memasang taruhan secara online, terbukti lebih nyaman dan aman. Segala transaksi berlangsung melalui transfer rekening bank lokal. Sehingga tidak ada kendala berarti bagi setiap orang, yang ingin mengikuti permainan ini.

Sangat penting bagi penggila taruhan adu ayam, untuk selalu memahami segala peraturan yang di tetapkan bandarnya. Karena bandar tersebut yang menyediakan fasilitas betting dan layanan pelanggan yang memuaskan. Sehingga akan segala kesulitan member akan terbantu, dengan cepat dan tepat.

Beberapa aturan yang harus di patuhi, antara lain minimal usia 18 tahun, mencantumkan berbagai data pribadi dengan benar, tidak boleh melakukan kecurangan, satu akun hanya untuk satu pemain dan tidak  bisa di pindah tangankan, serta aturan lainnya. Mematuhi segala kebijakan ini, akan membuat Anda lebih tenang dalam pasang taruhan. Jangan pernah melakukan kecurangan, karena akun Anda bisa di blokir dan semua uang kemenangan tidak bisa di cairkan.

Untuk menjaga akun member sabung ayam yang tidak di bajak oleh orang lain. Sangat di anjurkan untuk hanya bermain di perangkat komputer atau gadget milik pribadi. Username dan password harus di jaga dengan baik, jangan sampai di ketahui pemain lain. Karena bisa saja terjadi penyalahgunaan akun, yang pastinya akan merugikan anda.

Cara Bertaruh di Game Judi Adu Ayam Online

Dalam permainan judi sabung ayam online ini terdapat berbagai macam jenis taruhan yang bisa kita pilih dan mainkan. Jenis ayam yang ada di dalam permainan berbeda-beda pemain tinggal memilih permainan mana yang akan di mainkan. Ada beberapa jenis taruhan dalam judi sabung ayam ini, antara lain sebagai berikut:

Ayam Merah (Meron)

Untuk yang pertama, dalam permainan judi sabung ayam ini. Jenis taruhan ini adalah jika pemain memilih jenis taruhan dan memasang taruhannya di Meron, cara perhitungannya cukup sederhana dan mudah.   Jika ayam jago merah atau meron memenangkan pertandingan, maka kita akan di nyatakan sebagai pemenang dalam taruhan. Tetapi jika ayam jago merah kalah sebelum waktu pertandingan habis, yaitu dalam 10 menit, maka kita kalah.

Ayam Biru (Wala)

Ada lagi jenis taruhan di mana setiap pemain memilih jenis taruhan pada Ayam Biru atau Ayam Wala. Jika penjudi sabung ayam memilih untuk memasang taruhan pada ayam biru atau ayam wala ini, dalam hitungan hitungan. Jika ayam biru atau ayam wala yang kita pilih memenangkan pertandingan, maka secara otomatis kita akan di nyatakan sebagai pemenang.   Sebaliknya, jika ayam jago biru kalah sebelum pertandingan berakhir, maka kita akan kalah.

Seri Kematian Kedua

BDD dapat di sebut juga dengan seri. Ketika kedua ayam mati dalam 10 menit bisa di anggap BDD. Dengan cara ini, semua taruhan akan di kembalikan.

Undian Penuh Waktu

Hampir sama dengan BDD, dalam FTD ini artinya jika kedua ayam yang bertanding tidak mati. Sampai pertandingan usai dalam 10 menit Maka otomatis di katakan FTD atau seri. Namun semua taruhan di nyatakan kalah atau kalah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.